Baturaja, transnewss.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sekolah kini menghadapi sorotan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Temuan ulat pada makanan yang diterima siswa SMP Negeri 32 OKU memunculkan pertanyaan serius tentang kebersihan, keamanan pangan, dan efektivitas pengawasan makanan sebelum disajikan kepada peserta didik.
Pihak sekolah membenarkan adanya kejadian tersebut. Makanan yang belum dikonsumsi siswa dikembalikan, sementara sebagian lainnya disebut telah telanjur dimakan.
Fakta ini menjadi perhatian karena makanan dalam program pemerintah tersebut bukan sekadar harus memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga wajib aman dan layak dikonsumsi.
“Yang jelas, hari itu tidak higienis.” Demikian inti penegasan pihak sekolah saat memberikan keterangan mengenai temuan tersebut.
Melalui bagian kesiswaan, Nini Yulita, S.Pd., pihak sekolah menjelaskan bahwa asal-usul ulat yang ditemukan belum diketahui secara pasti. Sekolah juga menyebut pihak pengelola atau penyedia makanan telah datang untuk memberikan konfirmasi dan berdiskusi terkait kejadian itu.
