Aksi Nekat Siswa SMP Coba Bunuh Diri di Jembatan Ogan 4 Berhasil Digagalkan Warga; Korban Diduga Alami Bullying

Berita, OKU294 Dilihat

 

 

Berkat teriakan itu, Endang Arianto, yang berada di sungai, dengan cepat menggunakan sampan kecilnya menuju lokasi. Dalam hitungan menit, berkat respons cepat dan terkoordinasi dari warga, Rendi berhasil dievakuasi ke tepi sungai dalam kondisi syok dan trauma berat.

 

 

Polisi Datangi Korban, Motif Bullying Terungkap

Mendapat laporan dari masyarakat, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., memerintahkan jajarannya untuk segera mendatangi lokasi. Waka Polres OKU Kompol Eryadi Yuswanto, S.H., M.H., menugaskan Kasat Narkoba Polres OKU Iptu Deka Saputra, S.E., M.Si., untuk memimpin tim.

Baca Juga :  Kawal Ketat dan Sesuai Prosedur, Rutan Jepara Resmi Mutasi Dua Napi ke Lapas Tujuan

 

 

Setibanya di lokasi, Rendi telah dibawa pulang oleh pihak keluarga. Tidak berhenti di situ, Iptu Deka bersama personelnya segera mendatangi rumah Rendi untuk memastikan kondisi fisik dan psikis korban.

 

 

Rendi, bersama orang tua asuh serta Ketua RT setempat, kemudian dibawa ke Mapolres OKU. Di sana, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung memberikan pendampingan serta pemeriksaan psikologis. Dalam proses pendampingan itulah, dengan suara terbata, Rendi mengungkapkan alasan di balik tindakan nekatnya: ia merasa takut dan putus asa karena kerap menjadi korban bullying oleh teman-teman sekolahnya.