Dalam datanya, pada Januari 2024, masyarakat di salah satu kecamatan yang menjadi langganan banjir yaitu Kecamatan Comal harus bergotong-royong membersihkan saluran air. Karena jika intensitas air hujan bertambah maka dipastikan kejadian serupa di kemarin dapat kembali terjadi, langkah ini juga diharapkan bisa disinergikan dengan DPUPR dan Disperkim untuk membersihkan aliran air sungai di perkotaan.
Lebih lanjut, sebagai penanganan pihaknya telah memiliki beberapa pompa air yang bisa digunakan untuk menyedot genangan air khususnya di perkotaan. Selain itu, diharapkan warga juga bersiaga dengan potensi bencana angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu di musim hujan.
“Pompa kita ada, tapi itu solusi terakhir jika terjadi genangan yang tak kunjung surut. Selain banjir, masyarakat juga harus tanggap dan bersiaga adanya potensi bencana angin kencang, beberapa pohon dapat roboh pada saat hujan turun,” terangnya. (***)
