Pada tahun 2026, pengeboran jenis ini direncanakan di empat lapangan, yaitu Adera, Prabumulih, Ramba, dan Limau, dengan target tambahan produksi mencapai 209 BOPD minyak dan 0,04 MMSCFD gas. Selain itu, diterapkan pula teknik dual completion yang memungkinkan pengambilan hasil dari dua lapisan reservoir sekaligus melalui satu titik sumur. Metode ini dijalankan di beberapa titik lapangan Adera dan Prabumulih, ditargetkan menyumbang tambahan 325 BOPD minyak serta 2,43 MMSCFD gas. Secara keseluruhan, tahun ini PHR Zona 4 menargetkan 100 rencana kerja pengeboran pengembangan dengan sasaran tambahan produksi 4.479 BOPD minyak.
Selain pengeboran baru, upaya pemeliharaan sarana dan prasarana sumur eksisting juga menjadi fokus utama. Seluruh pimpinan lapangan ditugaskan menekan laju penurunan alami produksi di kisaran 15–20 persen melalui pengawasan ketat kinerja sistem pengangkatan buatan dan fasilitas pendukung lainnya. “Dengan menjaga kondisi yang ada, tambahan hasil dari sumur baru benar-benar menjadi kenaikan bersih, bukan sekadar menutupi penurunan yang terjadi,” tambah Djudjuwanto.
