Dalam sambutannya, Wakapolda Jateng menegaskan bahwa organisasi masyarakat dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan kondusif.
“Di era siber saat ini, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Ormas dan dunia pendidikan merupakan mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi konflik sosial, penyebaran hoaks, maupun provokasi di ruang digital dapat dicegah sejak dini,” ujarnya, Kamis (21/5).
Dalam forum tersebut, perwakilan Ditressiber Polda Jateng AKP Rusman menjelaskan bahwa perkembangan digitalisasi membawa dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Selain memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, kemajuan teknologi juga memunculkan berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin kompleks.
Menurutnya, kejahatan siber saat ini banyak memanfaatkan metode social engineering atau manipulasi psikologis untuk memperdaya korban. Menyikapi hal tersebut, Ditressiber Polda Jateng terus mengedepankan strategi holistik melalui patroli siber, penguatan literasi digital, hingga edukasi masif kepada masyarakat.
