Kemudian, Nur Said, SH., MH., sebagai panelis mengulas kriteria calon pemimpin Jepara harus mempunyai sifat ‘kendel’ dan ‘kandel’. “Calon pemimpin harus mempunyai sikap kendel atau berani dalam bersikap mengambil kebijakan selaku pemimpin di lembaga eksekutif dan kandel berarti mempunyai modal politik,” tuturnya.
Selanjutnya para narasumber dari Bacabup Jepara diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri secara singkat dimulai dari H. Dr. Farisal Adib, S.H., S.p.Not. yang berlatar belakang notaris dan pengusaha properti. Lalu, KH. Ahmad Mudhoffar dari Pesantren Pondok Pesantren Al Husna Jepara memaparkan bahwa jargonnya yaitu ‘ora ngoyo lan ora ngoyok’ atau tidak ngotot atau berambisi dan tidak bermaksud merebut jabatan calon-calon lainnya dalam Pilkada Jepara nanti. “Pencalonan saya sebagai calon Bupati Jepara nanti, saya tidak memaksakan diri, namun semuanya adalah proses ikhtiar atau bagian perjuangan untuk membawa Jepara semakin maju dan baik,” paparnya.
Sedangkan kedua calon yaitu: Gus Faruq Fanani Ketua PC GPK Jepara, dan Aklis Junaidi mendeklarasikan bahwa keduanya siap maju dalam kontestasi Pilkada Jepara 2024.
