Baturaja, transnewss.com – Warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli cabai. Harga cabai merah dan rawit mengalami lonjakan drastis dalam beberapa pekan terakhir, mencapai Rp90.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai ini membuat banyak warga mengeluh. Sophia, seorang pedagang sayur di Pasar Baru Baturaja, mengatakan bahwa harga cabai yang tinggi membuat pembeli berkurang. “Dulu, sehari bisa jual 5 kilogram cabai. Sekarang, paling cuma 2 kilogram,” ujarnya.
Menurut Sophia, kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang mengganggu produksi dan juga adanya dugaan penimbunan oleh oknum pedagang. Hal senada juga disampaikan oleh Dona, pemilik warung nasi padang. “Kenaikan harga cabai ini sangat memberatkan kami, para pedagang,” keluhnya.
Pemerintah Kabupaten OKU melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah melakukan pemantauan harga dan akan terus mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Namun, hingga saat ini belum ada solusi yang konkret untuk mengatasi lonjakan harga cabai.
