Terlebih, imbuhnya, dalam situasi global yang sukar diprediksi ini, maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, dan menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.
Menurut Nana, proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun. Hal itu terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia, yang membuat setiap masa akan berbeda tantangan, peluang, kekuatan, dan keterbatasannya.
Ketika dulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol, dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan maupun kebodohan, yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia.
“Oleh karenanya, semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif, untuk rakyat di mana pun berada,” ujarnya.
