Prevalensi Kekurangan Konsumsi Pangan (PoU): Berada di angka 5,97%.
Prevalensi Stunting: Berhasil ditekan hingga 15,8%.
Tingkat Kemiskinan (Sept 2025): Turun menjadi 9,85%.
Inflasi Y-o-Y ( year on year ): Terjaga stabil di angka 2,91%.
“Alhamdulillah, berbagai indikator pembangunan pangan di Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan capaian yang semakin menggembirakan. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Pembangunan pangan tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral, melainkan butuh sistem yang menghubungkan seluruh mata rantai pangan dari hulu ke hilir,” tegas Cik Ujang.
Transformasi GSMP Menjadi Ekosistem Terintegrasi
Wagub menjelaskan bahwa GSMP yang berjalan sejak 2021 kini dievolusikan menjadi Ekosistem Rantai Pasok Pangan Sumsel. Program ini memadukan kolaborasi berbagai elemen, mulai dari petani, nelayan, peternak, kelompok perempuan, pesantren, UMKM, koperasi, dunia usaha, perbankan, akademisi, media, hingga pemerintah.
Selain menjamin ketersediaan bahan pangan lokal secara efisien, ekosistem baru ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional sekaligus penyokong utama suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan.
