Respon terhadap 164 Ribu Data Belum Tercatat
Kepala Disdukcapil Kabupaten Magelang, R. Anta Murpuji Antaka, mengungkapkan bahwa peluncuran sidang isbat nikah ini didorong oleh temuan sekitar 164 ribu data tidak tercatat pada Kartu Keluarga (KK) di akhir tahun 2024. Salah satu penyebab utamanya adalah banyaknya pasangan yang belum menikah secara resmi atau “nikah siri”.
“Inilah alasan kami menggandeng Pengadilan Agama untuk menyelenggarakan sidang isbat nikah, agar pasangan siri bisa mendapatkan pengakuan hukum sekaligus pembaruan data kependudukan,” jelas R. Anta.
Sebagai proyek percontohan, Kecamatan Kajoran menjadi yang pertama dengan 12 pasangan mengikuti sidang isbat. Program ini kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Kaliangkrik (3 pasangan) dan Kecamatan Grabag (7 pasangan), sehingga total 20 pasangan kini resmi tercatat dan menerima buku nikah serta KK baru.
R. Anta juga menegaskan bahwa seluruh proses layanan sidang isbat ini gratis, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan solusi administratif bagi warganya.
