Ia mengingatkan jajarannya agar selalu bertindak proporsional. “Kita bukan berhadapan dengan massa, tetapi mengamankan situasi,” tandasnya.
Polsek sebagai Tulang Punggung dan Penekanan Empati
Kapolres Endro menjelaskan bahwa Gelar Opsnal ini lebih dari sekadar laporan rutin, melainkan wadah penting untuk mengurai hambatan operasional dan merumuskan solusi lapangan. Ia secara khusus menyoroti peran strategis Polsek sebagai garda terdepan Polri.
“Polsek adalah tulang punggung Polri. Permasalahan ada di lapangan, dan solusi pertama harus lahir dari Polsek. Kualitas penegakan hukum dan pelayanan publik harus terus dibenahi agar responsif terhadap laporan masyarakat,” ujarnya.
Menutup arahannya, Kapolres menekankan agar personel tidak hanya mengandalkan kecerdasan teknis, tetapi juga mampu mendengar dan berempati dalam tugas. Ia meminta setiap personel menyeimbangkan kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ) dalam setiap pelaksanaan tugas.
Tiga Prioritas Kejahatan dan Laka Lantas
Kegiatan Anev tersebut juga membedah capaian dan kendala tugas di lapangan melalui paparan dari Kasat Intelkam, Kabag Ops, Kabag SDM, serta perwakilan Kapolsek. Kapolres menetapkan tiga fokus utama kejahatan yang menjadi atensi, yaitu:
