Dalam sambutannya, AKBP Bobby Kusumawardhana menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim supervisi dan menyatakan kesiapan untuk menerima arahan terkait operasi tersebut. “Kami bersama Polda Sumatera Selatan telah menyiapkan tiga Pos Pengamanan dan satu Pos Pelayanan untuk memastikan pelayanan optimal selama arus mudik dan perayaan Idul Fitri,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa seluruh personel dan administrasi operasi telah dipersiapkan dengan matang.
Brigjen Pol Saptono Erlangga W. dalam arahannya menjelaskan bahwa Idul Fitri merupakan momen penting yang diikuti dengan peningkatan mobilitas masyarakat akibat libur nasional. “Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada dua gelombang, 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Oleh karena itu, perlu diantisipasi berbagai potensi kerawanan di jalur transportasi dan lokasi wisata,” jelasnya.
Ia juga menyoroti beberapa ancaman yang perlu diperhatikan, seperti terorisme, kejahatan konvensional, ketersediaan bahan pokok, kepadatan arus mudik-balik, serta potensi bencana alam dan cuaca ekstrem. Tim supervisi memberikan arahan terkait kesiapan administrasi operasi (Kirsus, Anev, laporan masyarakat), optimalisasi analisis intelijen, pelaporan digital melalui aplikasi EWS, DORS, dan SOT, pemanfaatan media sosial untuk penyampaian informasi, serta layanan melalui Call Center 110.
