Tradisi Sedekah Bumi Desa Dongos 2026: Harmoni Syukur, Budaya, dan Solidaritas Warga

Berita, Jawa Tengah202 Dilihat

Selasa Malam: Dilaksanakan Istighosah bersama masyarakat sebagai bentuk permohonan doa dan keselamatan.

Rabu, 13 Mei (Puncak Acara):

Pagi: Tahtimul Qur’an bersama para Hafiz Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembukaan pagelaran wayang kulit.

Sore (15.00 WIB): Selamatan bersama antara Pemdes dan masyarakat di halaman Balai Desa Dongos.

Malam: Puncak kemeriahan berupa pagelaran Wayang Kulit Campursari semalam suntuk oleh Dalang Ashari dengan lakon “Babat Wono Marto”.

Baca Juga :  Mapenaling Rutan Kelas IIB Jepara: Orientasi Awal Pembinaan Tahanan Baru

Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

Tradisi Sedekah Bumi di Desa Dongos merupakan bentuk ungkapan syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga.

Petinggi Desa Dongos, Bapak Abdul Kamid, menyampaikan rasa bangganya atas kerukunan warga dalam menyukseskan acara ini.

Baca Juga :  289 Warga Binaan Lapas Prabumulih Dapat Remisi Kemerdekaan, Pemkot Siapkan Bantuan Sumur Bor

“Sedekah bumi adalah hari di mana masyarakat merayakan rasa syukur kepada Tuhan atas semua rezeki yang diterima. Ini juga bagian dari upaya kita nguri-uri (menjaga) budaya leluhur agar tetap lestari,” ujar Bapak Abdul Kamid saat ditemui awak media.