“Kami berharap para mafia solar yang merugikan negara ini segera ditindak tegas. Jangan sampai ada pihak yang menjadi beking mereka,” ujar salah seorang warga yang ikut membersihkan jalan.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Jepara. Warga mengingatkan kasus-kasus serupa sebelumnya, seperti temuan 1.500 liter solar ilegal di Kedungcino, pick up jenis traga menumpahkan solar di mindahan batealit, mobil L300 yang menumpahkan solar di bundaran ngabul ( tepat depan/sebelah selatan Polsek Tahunan) hingga kasus truk merah, yang tertangkap warga di SPBU Bapangan,truk tangki bitu-putih, truk putih yang berperkara di polres, yang hingga kini belum ada perkembangan penyelidikannya.
Harapan Penegakan Hukum
Dengan insiden terbaru ini, masyarakat berharap tidak hanya pada penyelesaian teknis kecelakaan, tetapi juga pada pengungkapan jaringan mafia solar yang merugikan negara.
“Jangan sampai kasus ini bernasib sama seperti yang sebelumnya yang stagnan tanpa kejelasan,” tegas seorang warga.
