“Kami terpaksa gunakan air dari sungai, selokan pabrik dan PDAM sebagai tambahan pasokan air untuk pemadaman,” terangnya
Di sisi lain, kondisi bangunan pabrik yang nyaris roboh membuat petugas tidak bisa masuk untuk memadamkan api.
“Kondisi bangunan ini nyaris roboh jadi personel kami tidak berani masuk dan memang saya larang untuk masuk karena membahayakan jiwa mereka,” tambahnya.
Jambari mengungkapkan alternatif pemadaman akan dilakukan dengan merobohkan bangunan dulu dengan alat berat. Namun, pihak damkar Kendal akan berkoordinasi lebih dulu dengan pihak perusahaan.
“Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dipadamkan jadi alternatifnya ya bangunannya harus dirobohkan dulu dengan backhoe. Kami akan koordinasikan dulu dengan perusahaannya,” ungkapnya. (***)
