Dalam video tersebut, terdengar suara korban berkata, “Iki loh bolo, permen ngeneiki ameh sak juta. Aku karo adikku kena hipnotis bolo, iki loh total nota ne, permen ngeneiki tok bolo.” (Ini loh teman-teman, permen begini sampai sejuta. Aku dan adikku kena hipnotis, ini loh total notanya, cuma permen begini doang.)
Unggahan video tersebut langsung viral di media sosial warga Jepara dan memicu beragam reaksi. Banyak yang merasa resah dan menuntut pihak berwenang bertindak cepat. Beberapa warga di sekitar Graha Kartini Jobokuto menyebut bahwa kejadian serupa sempat terjadi beberapa bulan lalu di wilayah yang berbeda.
Modus Baru, Ancaman Lama
Aksi hipnotis dengan menyamar sebagai sales bukanlah hal baru di Indonesia, namun dengan semakin lihainya pelaku dan target yang lebih spesifik seperti toko kelontong atau rumah tangga di perumahan, hal ini menjadi alarm bahaya bagi semua warga.
Modus pelaku biasanya melibatkan:
Penampilan rapi dan meyakinkan.
Produk yang tampak umum (permen, minuman, sabun, dll)
Bahasa yang ramah dan komunikatif
Penyajian “tester” sebagai pemicu hipnotis atau sugesti.
Imbauan untuk Warga
