“Penerapan metode tutor sebaya dan kehadiran peserta magang menciptakan suasana belajar yang nyaman dan interaktif. Kami ingin memastikan setiap warga binaan mampu melantunkan ayat suci dengan tartil dan benar,” ungkap Benny Apridona, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Jepara.
Sarana Introspeksi dan Perubahan Perilaku
Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menekankan bahwa bimbingan ini adalah pilar utama dalam pembinaan mental dan kepribadian selama masa pidana. Baginya, interaksi dengan kitab suci bukan sekadar pengisi waktu, melainkan langkah nyata menuju transformasi diri.
Tujuan Utama: Membentuk karakter individu yang sabar dan berakhlak mulia.
Target Akhir: Kesiapan batin yang matang bagi Warga Binaan sebelum kembali ke masyarakat.
“Kami berharap kedekatan dengan Al-Qur’an dapat menjadi kompas bagi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pungkas Renza.(zulia)
