Suasana haru terpancar saat para penerima menerima bantuan. Salah satunya, Pak Tono, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari ibu-ibu Bhayangkari. Bantuan ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, terutama karena selama bulan puasa penghasilan kami sangat terbatas,” ungkapnya.
Selain pembagian bantuan, kegiatan juga diisi dengan sesi edukasi tentang keselamatan di laut. Kasat Polairud Polres Jepara, AKP M. Syaifuddin, S.H., M.H., memberikan arahan khusus terkait perlombaan laut yang akan digelar tidak lama lagi.
Ia menekankan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas laut.
“Kami mengingatkan agar semua nelayan mematuhi peraturan yang berlaku. Setiap kapal yang akan mengangkut penumpang wajib dilengkapi dengan pelampung. Bagi yang tidak mematuhi, kami akan mengambil tindakan tegas dan melarang kapal tersebut beroperasi,” jelasnya dengan tegas.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa peran Bhayangkari tidak hanya sebatas mendampingi institusi terkait, tetapi juga sebagai bagian dari garda sosial yang turut menyentuh kehidupan masyarakat. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, aksi kepedulian sederhana ini membawa makna mendalam—bahwa kebersamaan dan perhatian satu sama lain menjadi kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.(zulia)
