Di sela acara, Heri Suprayitno, S.Pd. selaku Panitia Kegiatan bersama M.Ng. H. Mariyoto, S.S., S.Pd., S.Pd.I yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta menghadiri seminar ini.
“Terima kasih juga kepada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk mengenalkan kembali budaya Jawa kepada masyarakat. Melestarikan (nguri-uri) budaya tidak sekadar mencintai seni Jawa, tetapi juga harus menghidupkan nilai, basa, lan tata krama agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar mereka.
Melalui seminar ini, diharapkan wawasan para peserta dapat makin bertambah. Sebagai pengemban budaya Jawa, mereka dituntut mampu menerapkan tata cara temu pengantin, baik gagrag Yogyakarta maupun Surakarta, secara baik dan benar sesuai pakem.
Memasuki sesi inti, moderator M.Ng. H. Mariyoto mengantarkan pemaparan materi dari para narasumber kompeten mengenai perbedaan mendasar dari kedua gagrag tersebut. Pemaparan materi gagrag Yogyakarta disampaikan secara lugas oleh Dalono, S.Pd.
