“Kami ingin air tidak hanya mengalir secara fisik, tetapi datanya juga mengalir secara digital. Dengan sistem pintar, kami bisa tahu ada pipa bocor bahkan sebelum pelanggan melapor,” ujar Direktur Perumda Tirta Raja dalam peluncuran program tersebut, Senin (02/03).
Dampak bagi Pelanggan
Transformasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian layanan kepada masyarakat. Selama ini, kendala klasik seperti tekanan air yang tidak stabil dan proses pengaduan yang lambat menjadi tantangan utama. Dengan sistem Smart Water, distribusi air akan diatur secara otomatis berdasarkan beban penggunaan di tiap wilayah.
Langkah Tirta Raja ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah sebagai upaya mendukung program Smart City. Penggunaan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui efisiensi biaya operasional dan akurasi penagihan yang lebih baik.
Penulis: sri
Kategori: Ekonomi & Teknologi
