Pantauan di lapangan, aparat keamanan dan tim dari Koramil 02/Peninjauan turut hadir di lokasi untuk membantu evakuasi warga dan mengamankan area yang terdampak. “Kami bersama warga dan pihak berwenang lainnya terus berusaha untuk memastikan keselamatan warga sekitar,” kata seorang anggota Koramil yang ditemui di lokasi.
Dari lima rumah yang terdampak, rumah milik Ansori (55) menjadi yang terparah. Bagian belakang rumahnya sudah ambruk ke pinggir sungai dan hanya menyisakan bangunan yang menggantung. Begitu juga dengan rumah Kepala Desa Juanda yang juga terancam akibat retakan tanah yang semakin meluas.
Juanda menambahkan, warga yang terdampak longsor kini mengungsi ke masjid terdekat mengingat kondisi rumah yang sangat berbahaya jika terus dihuni, terutama dengan potensi hujan yang masih berlanjut.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Pelaksana BPBD OKU, Drs. Januar Effendi, melalui Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah cepat untuk menanggulangi dampak longsor. “Kami sedang koordinasi dengan instansi terkait, termasuk PUPR, Perkim, dan Dinas Sosial untuk segera mengirimkan bantuan dan melakukan upaya penanggulangan,” katanya.
