Ia juga menambahkan bahwa keberagaman agama, ras, dan suku yang dibingkai dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika seharusnya menjadi kekuatan, bukan pemecah belah. Persatuan yang kokoh di tengah perbedaan dipercaya akan menjadi pondasi bagi kemakmuran bersama.
Harapan untuk Masyarakat
Menutup kegiatan tersebut, Gilang berharap sosialisasi ini dapat mempererat kerukunan antarwarga. Ia ingin agar setiap individu semakin memahami peran mereka dalam menjaga kesatuan bangsa.
“Semoga masyarakat semakin mengerti dan mampu mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, hidup penuh toleransi, dan saling menghormati satu sama lain,” pungkasnya.(zulia)
