Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Tegaskan Kesiapsiagaan Sumsel Hadapi Karhutla 2026

Sumsel254 Dilihat

Ia mengingatkan bahwa Sumatera Selatan merupakan wilayah strategis dengan tingkat kerawanan tinggi karena karakteristik lahan gambut dan luasnya area perkebunan.

Tren Penurunan Karhutla Sumsel Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, Sumsel menunjukkan progres positif dalam pengendalian karhutla:

  • Tahun 2024: Luas kebakaran mencapai 15.422 hektare.

  • Tahun 2025: Menurun drastis menjadi 5.939 hektare.

  • Januari – April 2026: Tercatat hanya seluas 79 hektare.

Baca Juga :  Antisipasi Karhutla, Polda Sumsel Gelar Latihan Penanganan Kebakaran Lahan Gambut di Muara Enim

“Penurunan ini patut disyukuri, namun jangan membuat kita lengah. Justru harus menjadi pemacu untuk bekerja lebih disiplin dan terpadu,” tambah Djamari.

Peringatan Dini Musim Kemarau

Berdasarkan prakiraan BMKG, Sumsel diprediksi memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Pemetaan BPBD Sumsel menunjukkan terdapat 12 kabupaten/kota yang masuk dalam zona merah rawan karhutla.

Baca Juga :  Cik Ujang Dorong Alih Fungsi Rawa Sumsel Jadi Sawah Produktif untuk Cegah Kebakaran dan Perkuat Ketahanan Pangan

Menko Polkam menginstruksikan Gubernur, Forkopimda, serta Bupati/Wali Kota untuk menjadikan penanggulangan karhutla sebagai prioritas utama. Ia juga mengingatkan dunia usaha di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan agar proaktif menjaga wilayah kerja masing-masing.