– Sabtu, 2 Mei 2026: Manganan Warga di Balai Desa Tahunan pukul 18.30 WIB, disusul dengan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.
– Sabtu, 16 Mei 2026: Karnaval Rade Kostum pukul 12.30 WIB dan Parade Band di Lapangan Tahunan mulai pukul 18.30 WIB.
Pada puncak acara Sabtu, 2 Mei 2026, malam harinya digelar pertunjukan Wayang Kulit yang dimainkan oleh Dalang Sasmito Cokro dari Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo. Lakon yang dibawakan adalah “Suryo Ndadari” yang bermakna matahari terbit. Pemilihan lakon ini menyimbolkan harapan agar Desa Tahunan ke depannya semakin jaya, maju, makmur, dan sentosa.
Dalam kesempatan tersebut, H. Muhadi menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menjaga warisan budaya.
“Kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kita semua kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, ini juga menjadi sarana untuk menguri-uri budaya leluhur yang harus kita lestarikan bersama,” ujar H. Muhadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. “Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, panitia, khususnya Bapak Ulil Albab atas dukungan dan partisipasinya sehingga acara ini dapat berjalan lancar. Semoga ke depannya acara ini semakin meriah dan maknanya semakin dirasakan oleh seluruh warga,” pungkasnya. (Zulia)
