Lubuklinggau,transnewss.com – Sebagai kota yang heterogen, Lubuklinggau membutuhkan pemimpin yang berpengalaman dan mampu merangkul semua golongan, baik dari berbagai ras, budaya, agama, maupun partai politik. Kata kunci penting dalam mencari pemimpin ini adalah “pengalaman”.
Hambali Lukman, politisi senior dari PDI Perjuangan, menegaskan bahwa partainya tidak pernah berada dalam pemerintahan, namun ia mengapresiasi kinerja Ketua DPRD dua periode, H Rodi Wijaya, yang mampu meredam kepentingan politik dan merangkul tujuan serta aspirasi dari berbagai partai politik.
“Memimpin daerah tidak sama dengan memimpin perusahaan,” ungkap Hambali. Ia menjelaskan bahwa prinsip perusahaan yang mengutamakan keuntungan (Profit Oriented) tidak relevan untuk kepemimpinan di pemerintahan daerah, di mana fokus utamanya adalah pengabdian dan pelayanan masyarakat. Pemimpin daerah harus menciptakan rasa aman, kerukunan beragama, serta memberikan jaminan kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Hambali mengajak masyarakat untuk mempelajari dan mengenal calon pemimpin yang akan dipilih untuk lima tahun ke depan. Menurutnya, menjadi pemimpin bukanlah ajang coba-coba. “Pemimpin yang baik harus memiliki rekam jejak yang jelas, baik dari sisi pendidikan, prestasi, maupun sosial kemasyarakatan. Kita harus berhati-hati dengan calon yang memiliki catatan buruk di masa lalu,” tegasnya.
