HB menambahkan bahwa hubungan antara H Rodi Wijaya dan Imam Senen dengan isu dinasti, yang dikaitkan dengan istri Rodi Wijaya yang merupakan adik dari istri Walikota sebelumnya, Prana Putra Sohe, adalah kebetulan. HB menegaskan bahwa jodoh dan maut adalah bagian dari takdir yang tidak bisa diatur.
“Jodoh dan maut adalah takdir. Sangat tidak adil jika kita menilai atau mengatakan hal ini sebagai bagian dari upaya yang direncanakan. Rodi Wijaya pernah mencoba mencalonkan diri menjadi Walikota pada 2018 lalu dan ini sangat jelas karena niatnya sendiri sama dengan saat ini,” jelas HB.
HB juga menyatakan bahwa dirinya mengadakan rilis pers ini untuk mencegah kesalahpahaman masyarakat dalam menilai calon pemimpin Lubuklinggau. Ia menegaskan bahwa Rodi Wijaya dan Imam Senen memiliki pengalaman dan kapasitas yang mumpuni untuk memimpin dan berbuat lebih banyak bagi masyarakat.
“Rodi Wijaya adalah kader HMI yang menjalani pendidikan dan kegiatan sosial berjenjang dari SMP hingga kuliah, serta berpengalaman dalam dunia politik. Rodi tidak pernah menggunakan embel-embel nama orang tua dalam pencalonannya,” tambah HB.
