Namun, capaian tersebut bukan tujuan akhir. “Pembangunan adalah proses panjang untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga meminta maaf jika dalam pembangunan masih terdapat kekurangan, dan berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan publik serta menjawab kebutuhan masyarakat dengan lebih responsif.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap bencana banjir akibat luapan Sungai Muara Balak, Sungai Macak, dan Sungai Rengas pada 8 Januari 2026, yang mengakibatkan ribuan rumah tergenang, lahan pertanian terdampak, serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum.
“Momentum hari jadi ini harus menjadi pengingat bahwa kekuatan kita ada pada kebersamaan. Bukan hanya empati, tetapi gotong royong dan langkah nyata untuk membantu pemulihan pasca banjir,” ungkapnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, DPRD, dunia usaha, hingga masyarakat luas untuk memperkuat solidaritas agar pemulihan berjalan lebih cepat dan OKU Timur dapat bangkit lebih kuat, sesuai dengan tema peringatan.


