Sumur pertama yang berhasil dikembangkan adalah KRG-042, sumur infill di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih, wilayah kerja PT Pertamina EP Limau Field. Pengembangan sumur ini dilakukan dengan bantuan teknologi Electric Submersible Pump (ESP).
ESP adalah teknologi pengangkatan buatan (artificial lift) berupa pompa sentrifugal bertingkat yang dipasang jauh di dalam sumur dan digerakkan tenaga motor listrik. Teknologi ini biasanya digunakan untuk meningkatkan produksi migas di sumur baru atau sumur lama yang tenaga produksi alamiahnya mulai berkurang.
Teknologi tersebut banyak digunakan pada pengembangan sumur migas karena aman dan efisien. ESP juga dapat diterapkan di lingkungan yang korosif.
Pengeboran Sumur KRG-042 berlangsung 25 hari dan dilakukan uji alir awal (initial flow test) pada 16 Juli 2026. Hasilnya menunjukkan potensi produksi sumur ini mencapai 777 barel minyak per hari (BOPD).
Selanjutnya, ada sumur infill DWA-071 yang terletak di Struktur Dewa di Kabupaten PALI, bagian dari wilayah kerja Pertamina EP Adera Field. DWA-071 menjadi sumur pengembangan pertama sejak lebih dari enam tahun sejak pengeboran Sumur DWA-070 pada 2019.
