Namun, saat mereka tiba, acara sudah selesai dan pasangan calon beserta rombongannya telah meninggalkan lokasi. Warga yang datang menyampaikan bahwa mereka merasa tidak pernah dikonsultasikan atau dikonfirmasi terkait rencana pemekaran desa yang dinilai hanya mendapat dukungan dari segelintir warga.
Salah satu anggota BPD Desa Tanjung Kemala, saat dikonfirmasi membenarkan adanya wacana pemekaran desa. Namun, ia menjelaskan bahwa rencana tersebut belum mencapai kesepakatan, sehingga berpotensi menimbulkan konflik.
Kericuhan behasil di redam oleh pemerintah desa dan bhabinkamtibmas
tetapi protes warga menunjukkan perlunya tindakan lebih lanjut agar tidak mencederai proses demokrasi selama kampanye berlangsung.(tim)
