Sesi Siang (Pukul 12.00 WIB – selesai): Menampilkan dalang Ki Joko Bagong yang membawakan lakon “Dewi Sri”.
Sesi Malam (Pukul 20.00 WIB – selesai): Dilanjutkan oleh dalang Ki Hadi Purwanto dengan lakon “Bagong Bangun Deso”.
Suasana di sekitar punden tampak sangat hidup dan meriah. Alunan gamelan yang khas, suara merdu para sinden, serta kepiawaian kedua dalang dalam memainkan perannya berhasil memukau penonton yang larut dalam alur cerita.
Simbol Syukur, Kebersamaan, dan Edukasi Budaya
Dalam kesempatan tersebut, Petinggi Desa Plajan, Bapak Kartono, didampingi Sekdes Bapak Sholikhin, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi (Kabumi) bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk syukur atas melimpahnya hasil bumi dan rezeki dari Tuhan.
“Kabumi ini adalah wujud syukur kita kepada Sang Pencipta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melestarikan kesenian dan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” jelas mereka.
Mereka juga berharap agar tradisi ini dapat terus menjadi perekat hubungan antarwarga.
