“Kami ingin polantas tidak lagi dipandang semata-mata sebagai aparat penegak hukum yang kaku, tetapi sebagai sahabat, pelayan, dan mitra yang selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Kakorlantas hangat.
Beliau juga berharap momen ini menjadi jembatan untuk komunikasi yang lebih erat ke depan. Menurutnya, komunitas ojol dan Polri harus berjalan beriringan dalam semangat kolaborasi dan persaudaraan.
Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang komunikasi dua arah. Polisi ingin mendengar langsung realita yang dihadapi para driver di lapangan.
“Kami ingin mendengar keluh kesah, masukan, maupun kendala yang dihadapi rekan-rekan driver ojol. Bagi kami, mereka adalah mitra strategis dalam menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) di Jepara,” jelas AKBP Hadi.
Langkah jemput bola ini mendapat apresiasi tinggi dari komunitas ojol. Salah satu driver yang hadir mengaku senang karena bisa berbicara langsung dengan para jenderal tanpa rasa canggung.
