Hasil Autopsi Forensik: Luka Parah di Leher
Dokter Ahli Forensik, dr. Dian Novitasari, Sp.FM, PAK, S.H., mengungkapkan bahwa korban diperkirakan berusia antara 21 hingga 25 tahun dengan tinggi badan 175 cm. Berdasarkan hasil autopsi, korban dipastikan mengalami luka akibat senjata tajam.
“Sebab kematian adalah luka pada leher yang memutus pembuluh nadi leher kiri dan tenggorokan, mengakibatkan perdarahan hebat serta tanda mati lemas,” jelas dr. Dian dalam laporan forensiknya.
Selain luka fatal di leher, tim forensik juga menemukan luka iris pada bagian dada serta anggota gerak atas sebelah kiri korban.
Barang Bukti dan Analisis Digital
Di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial, yaitu:
Satu unit ponsel (handphone) milik korban.
Dua buah pisau: Pisau pertama sepanjang 30 cm dengan gagang pipa paralon, dan pisau kedua berujung lancip sepanjang 25 cm dengan gagang plastik hitam.
Penyelidikan bergerak maju setelah polisi melakukan autopsi psikologis serta pelacakan digital pada ponsel korban. Hasil analisis ilmiah ini telah diserahkan kepada penyidik sebagai alat bukti Scientific Crime Investigation. Pihak kepolisian juga telah menyampaikan hasil autopsi dan pemeriksaan psikologi forensik ini langsung kepada keluarga korban.
