Pada Sabtu (2/5/2026), tim gabungan Ditlantas Polda Jateng dan Satlantas Polres Grobogan melakukan olah TKP menyeluruh. Berbeda dengan metode konvensional, polisi menggunakan teknologi 3D Scanner untuk merekam kondisi geografis dan titik benturan secara presisi.
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, menegaskan bahwa penggunaan TAA bertujuan agar hasil analisis penyebab kecelakaan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Teknologi ini memungkinkan kami merekonstruksi detail posisi kendaraan dan titik benturan. Dengan data digital ini, penyidik bisa menganalisis penyebab kecelakaan secara akurat dan transparan,” ujar Kombes Pol Pratama pada Minggu (3/5/2026).
Imbauan Keselamatan
Menanggapi tragedi ini, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus memberikan peringatan keras bagi pengguna jalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama di perlintasan tanpa penjagaan. Pastikan untuk berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dan pastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
