“Di Kabupaten Kudus sendiri sudah ada lima dapur yang aktif. Kemarin, kami telah mengumpulkan seluruh Sekretaris Daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Semarang untuk melakukan koordinasi terkait program ini,” jelasnya.
Koordinasi ini dianggap penting oleh Wagub, mengingat adanya arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait rencana pembangunan tiga SPPG baru di setiap kabupaten oleh pemerintah pusat.
“Saat ini, kita masih menunggu proses seleksi dari BGN,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah mengusulkan 21 SPPG tambahan yang dinilai siap beroperasi. Saat ini, lokasi-lokasi tersebut sedang dalam tahap seleksi oleh BGN.
Taj Yasin menegaskan kembali bahwa program MBG tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga harus memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan. Program ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala.
Sebagai informasi, program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk menekan angka stunting, meningkatkan asupan gizi anak-anak, serta memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui pengadaan bahan pangan. (***)
