Dalam pesan Natalnya, Pdt. Piretnohadi, S.Pd., M.A., yang membawa pesan dari PGI, menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga sebagai bentuk rasa syukur atas kasih Tuhan.
“Kasih Tuhan itu nyata dalam kehidupan kita. Mari kita wujudkan rasa syukur tersebut dengan mendukung visi Bapak Bupati, yakni menciptakan Jepara yang MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius),” ujar Pdt. Piretnohadi.
Simbolisme dan Kemeriahan Prosesi penyalaan lilin berlangsung syahdu dengan iringan lagu dari Dalu Adi. Penyalaan dilakukan oleh para pemimpin gereja, di antaranya Pdt. Danang Kristiawan, M.Si. Theol (Ketua BAMAG Jepara), perwakilan Romo Adrianus, serta sejumlah pendeta lainnya.
Kemeriahan semakin terasa saat paduan suara GITJ Kelet tampil memukau, disusul dengan pementasan Sendratari dari Doxa Art Donorojo yang membawakan lakon “Penyelamatan Keluarga Nuh”.
Apresiasi Bupati Jepara Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas sinergi dan solidaritas umat Kristiani di Jepara. Ia menekankan bahwa Natal bukan sekadar pesta, melainkan momentum untuk berbagi.
