“Tokoh agama adalah benteng moral bangsa. Kami mengajak Muhammadiyah untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat, terutama kaum muda, agar tidak terjerumus dalam pengaruh negatif digital dan paham radikal,” ujar Kapolda.
Respons Positif Tokoh Agama
Gayung bersambut, H. Ridwan Hayatuddin menyatakan komitmen penuh Muhammadiyah untuk mendukung langkah Polda Sumsel. Ia menilai kolaborasi ini sangat penting demi menjaga stabilitas wilayah dari ancaman degradasi moral yang kian nyata.
Langkah ini melengkapi rangkaian agenda silaturahmi Kapolda, yang sebelumnya juga telah menemui Ketua PWNU Sumsel, KH. Hendra Zainuddin, pada Minggu (15/2/2026). Rangkaian pertemuan ini mempertegas strategi Polda Sumsel dalam merangkul ulama sebagai mitra kunci Kamtibmas.(yan)
