“Anak-anak ini adalah agentnya, adalah dutanya kami dan kami menghaturkan ribuan terimakasih karena mereka adalah salah satu yang telah melestarikan warisan budaya kita yaitu tari ratoh jaroe,” ujarnya.
Sementara itu Plt Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki turut serta mengapresiasi jalannya acara tersebut.
Apalagi melihat antusiasme pelajar untuk mempelajari berbagai hal tentang Aceh agar bisa mendalami makna semboyan negara yakni Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tapi tetap satu.
Untuk itu BPPA juga akan berusaha terus melakukan revitalisasi fungsi Anjungan Pemerintah Aceh, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Ini juga sesuai amanat Menteri Dalam Negeri, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Revitalisasi Fungsi dan Peran Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah,” katanya.
Dan seterusnya, kata Said, pihaknya juga akan terus melakukan komunikasi dengan unsur Pemerintah Aceh agar acara ini tetap berlanjut di tahun berikut.
“Maka dari ibu Ketua Dekranasda Aceh kita meminta support dan bimbingannya,” ujar Said.
