“Sebagai warga Indonesia, kita harus mempertahankan warisan budaya sendiri sebagai bentuk mencintai dan menghargai tanah air Indonesia,” ungkap Sudirman.
Ia menambahkan bahwa arus globalisasi kini merambah ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari teknologi hingga budaya.
“Di era global saat ini, dunia terintegrasi di berbagai aspek kehidupan sehari-hari, teknologi, sosial, dan kebudayaan. Ini tentunya membawa pengaruh baik positif maupun negatif, penyebaran ide-ide seperti gelombang sistem sosial maupun budaya dari luar masuk yang tidak bisa kita hindari,” lanjutnya.
Dalam pidatonya, Sudirman juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya waspada terhadap arus budaya asing, tetapi juga aktif dalam memperkuat budaya lokal.
“Ditengah ancaman arus global yang begitu cepat, kita perlu merespons cepat penyebaran budaya asing. Kita harus berupaya membangun budaya lokal dan nasional agar tetap eksis dengan nilai kearifan-kearifan lokal,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa budaya lokal harus terus dilestarikan dan dijadikan pedoman hidup bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi. “Kearifan lokal perlu dijaga dalam kehidupan sosial bagi masyarakat Indonesia, termasuk warga Provinsi Jambi,” imbuhnya.
