“Para atlet hanya bisa melalukan pertandingan kualifikasi dan tidak bisa ikut pertandingan eliminasi. Pertandingan kualifikasi itu berarti hanya sampai pada tahap penyisihan,” ungkap Jekek.
Para atlet yang tetap berangkat, kata Jekek, karena para wali murid telah melalukan mediasi dengan Pemkab dan Pemprov. Hasil mediasi itu para wali murid menyatakan kesanggupan mengikuti Popda dengan ketantuan yang telah ditentukan.
Sementara itu, ofisial salah satu cabor yang enggan disebut namanya membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan Disporapar Wonogiri sempat berkoordinasi dengan Disporapar Jateng. Hasilnya kontingen Wonogiri tetap bisa ikut di beberapa cabor. Namun statusnya hanya sebagai penggembira.
“Tidak bisa dapat juara. Bisa ikut ini pelipur lara saja, tapi tidak bisa dapat juara. Yang berangkat jadinya puluhan orang,” ungkap dia.
Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Ia juga berharap agar Dinas dan Pemkab Wonogiri memberikan perhatian lebih terhadap dunia olahraga.
“Pembinaan atlet kita harapkan bisa mendapatkan perhatian lebih,” kata dia. Popda SD/SMP tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024 dilaksanakan pada 4-7 November 2024. Jumlah atlet dan official dari Wonogiri sebanyak 107 orang.
