“Tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai warga asli hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” ucapnya.
Abi juga mengingatkan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial untuk memberdayakan masyarakat sekitar, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja.
“Perusahaan wajib berkontribusi pada kesejahteraan warga, termasuk dengan membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat,” tambahnya.
Dalam aksi mendatang, terdapat sejumlah poin tuntutan yang akan diajukan, antara lain: keterbukaan data seleksi, penghapusan praktik ‘jatah’, keterlibatan pengawas independen, serta jaminan prioritas bagi pekerja lokal.
Massa juga berencana meminta konfirmasi dan penjelasan langsung dari perwakilan PDSI–PDC dan Disnaker terkait kebijakan yang diterapkan selama ini.
“Kami berharap ada penjelasan yang memuaskan agar masalah ini bisa segera selesai dan tidak berlarut-larut,” katanya.
Meski akan dihadiri banyak orang, Abi memastikan bahwa demonstrasi ini akan berjalan dengan tertib dan damai. Ia pun mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
