Seiring waktu berjalan, kemah itu awalnya berjalan biasa saja. Semua peserta datang dengan antusias, hanya saja mereka sempat merasa kurang nyaman dengan suasana di sekitar bumi perkemahan yang dirasa janggal.
Selama perkemahan berlangsung, mereka akan melakoni berbagai kegiatan, termasuk lomba-lomba sampai dengan pementasan drama.
Dalam kesempatan itu pula, Rini bergabung dalam pementasan drama yang mengangkat legenda bernama Roro Putri. Dia juga memerankan sosok Roro Putri yang sudah meninggal dunia ratusan tahun lalu.
Siapa sangkah, saat acara pementasan hendak dimulai, keanehan justru terjadi di antara peserta. Beberapa pelajar bahkan mengalami kejadian di luar nalar yang sulit dijelaskan.
Sampai akhirnya, waktu pementasan drama itu tiba. Rini yang memerankan Roro Putri tiba-tiba kesurupan arwah asli makhluk tersebut.
Arwah Roro Putri itu sangat kuat hingga tak hanya Rini, sebagian besar siswa juga ikut kerasukan. Kesurupan massal lantas terjadi sampai akhirnya membuat situasi kacau.
Banyak orang yang terluka, sulit disembuhkan, sampai ada juga yang nyawanya terancam. Mbah Sonto yang bertugas menjaga ketenteraman Wana Alus akhirnya turun tangan mencoba mengatasi semua persoalan itu.
