Sikapi Fluktuasi Kurs, Ketua HIPKA Jepara Optimistis UMKM Furniture Ekspor Mampu Bertahan

Berita, Jawa Tengah175 Dilihat

JEPARA, transnewss.com  – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah dinilai memberikan dampak yang cukup kompleks bagi pelaku UMKM ekspor furniture di Jepara. Di satu sisi, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan nilai pendapatan ekspor karena mayoritas transaksi menggunakan mata uang dolar AS. Namun di sisi lain, kondisi ini memicu tekanan baru pada biaya produksi dan stabilitas usaha.

Baca Juga :  Bekali Keterampilan Peternakan, Warga Binaan Rutan Jepara Dilatih Buat Pakan Fermentasi

Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Korps Alumni HMI (BPD HIPKA) Jepara, Abdul Haris Noor, mengungkapkan bahwa sebagian pelaku UMKM furniture di Jepara masih bergantung pada sejumlah komponen impor. Komponen tersebut meliputi aksesoris, hardware, bahan finishing, mesin produksi, hingga biaya logistik internasional yang ikut melambung akibat kenaikan dolar.

Alhasil, margin keuntungan tidak serta-merta meningkat meski secara nominal nilai ekspor terlihat melonjak.

Baca Juga :  Kurang dari 24 Jam, Polrestabes Palembang Ringkus Pelaku Begal Sadis di Kertapati

“Kenaikan dolar memang memberi peluang bagi eksportir karena pembayaran dari buyer menggunakan mata uang dolar. Tetapi, pelaku UMKM furniture Jepara juga dihadapkan pada kenaikan biaya bahan penolong, ongkos pengiriman, dan ketidakpastian pasar global. Jadi, kondisi ini harus disikapi dengan hati-hati dan strategi bisnis yang tepat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Haris tersebut.