Kendati demikian, Gus Haris menambahkan bahwa industri furniture Jepara memiliki keunggulan komparatif yang kuat. Sebagian besar bahan baku utama seperti kayu, serta tenaga kerja, berasal dari dalam negeri. Faktor inilah yang membuat sektor mebel Jepara relatif lebih tangguh dibandingkan industri manufaktur lain yang memiliki ketergantungan tinggi pada bahan baku impor.
Untuk menghadapi fluktuasi kurs global ini, Gus Haris mendorong para pelaku UMKM ekspor agar terus meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat kualitas produk, serta memperluas pangsa pasar. Pemanfaatan digital marketing dan perdagangan internasional berbasis online juga dinilai krusial agar produk lokal tetap kompetitif.
Di samping langkah mandiri dari pelaku usaha, HIPKA Jepara berharap pemerintah hadir memberikan dukungan riil. Dukungan tersebut dapat berupa kemudahan akses pembiayaan ekspor, stabilitas kebijakan perdagangan, subsidi promosi internasional melalui ajang pameran, serta perlindungan menyeluruh bagi UMKM. Langkah ini penting agar industri furniture Jepara tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan menjaga serapan tenaga kerja.
