Dalam kesempatan tersebut, Petinggi Desa Mambak, Hadi Prayitno, bersama Ki Dalang Hadi Purwanto menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi atau Kabumi ini merupakan wujud rasa syukur seluruh masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan yang telah diberikan.
“Kabumi ini adalah wujud syukur kita kepada Sang Pencipta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melestarikan kesenian dan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” jelas mereka.
Keduanya berharap tradisi turun-temurun ini senantiasa menjadi perekat persatuan warga Desa Mambak. “Melalui Kabumi, kami ingin menjaga kebersamaan dan gotong royong. Ini adalah kekuatan utama masyarakat desa,” tambah mereka.
Lakon “Semar Bangun Negoro” yang dipilih memiliki makna yang sangat dalam. Tokoh Semar digambarkan sebagai simbol kebijaksanaan rakyat kecil yang mampu menuntun para pemimpin menuju jalan kebaikan dan keadilan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dinilai masih sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat saat ini.
