“Semua tidurnya hanya 2-3 jam tapi tidak ada satu pun yang ngantuk-ngantuk. Termasuk saya, tapi bisa memenangkan ngantuknya dan tentu saja kita bahagia sekali. Terima kasih buat Pak Prabowo. Luar biasa,” ujarnya.
Otto mengungkap kebiasaan yang dirasakan saat retreat terutama saat bangun tidur hingga makan. Dia mengatakan semua kegiatan dimulai dengan sirene dan lonceng.
“Iya. Jadi setiap pagi kita langsung ada sirene bangunin jam 4 pagi. Kita mau makan juga ada lonceng. Kita mau makan juga waktunya enggak lama, paling makan kita berdoa, setelah itu 15 menit dikasih waktu untuk makan. Lonceng berbunyi lagi, langsung berhenti makan,” ujarnya.
“Wah itu kita harus cepat. Sampai ada yang bercanda. ‘Heh! kalau kamu terlambat makan, jangan dikunyah, langsung telan saja’. Tapi itu luar biasa,” lanjut Otto.
Otto mengatakan retreat ini mengajarkan semuanya agar tepat waktu. Dia mengatakan hal ini penting bagi jajaran pemerintah.
“Tapi yang luar biasa, walaupun baru, tidak ada satu pun yang terlambat. Semua on time. Tidak ada yang terlambat satu pun,” ujarnya. (***)
