LK, ibu dari bayi EL, mengungkapkan bahwa ia mulai mencurigai tindakan NR setelah menemukan serbuk obat di dalam gelas anaknya. Kecurigaannya semakin kuat setelah menemukan botol obat di dalam laci kamar mandi. “Awalnya saya lihat ada serbuk di gelas minum anak saya. Lalu ditemukan botol obat di kamar mandi saat ART sedang membersihkan,” kata LK.
Setelah melakukan pencarian informasi terkait obat tersebut, LK menemukan bahwa NR telah memberikan deksametason dan pronicy kepada anaknya. Obat ini diketahui merupakan jenis steroid yang tidak aman untuk dikonsumsi anak-anak, terutama dalam dosis yang diberikan setiap hari.
Kasus ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat, terutama pengguna media sosial yang mengecam tindakan NR. Banyak yang menyayangkan kurangnya pengawasan terhadap tenaga pengasuh anak dan pentingnya melakukan pengecekan latar belakang sebelum mempekerjakan mereka.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik EL, kejadian ini juga membawa dampak psikologis bagi keluarga korban, khususnya ibu EL yang merasa dikhianati oleh pengasuh yang telah dipercaya selama dua tahun. LK mengungkapkan bahwa kini EL harus menjalani perawatan intensif untuk mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.
