Hal senada juga disampaikan Hendri Marico kordinator lapangan aksi, yang menyesalkan tindakan PDAM OKU yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil dengan cara menaikan tarif hingga 100 persen lebih. Yang mana, menurut Hendri Marico, program kenaikkan tarif 100 persen lebih ini tidak selaras dengan program Presiden RI, bapak Prabowo Subianto, yang menginginkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
“Kami menilai kenaikkan tarif 100 persen PDAM kita ini sungguh tidak pro rakyat kecil. Padahal kita ketahui, jika Pemerintah Pusat saja melalui program bapak Presiden RI Prabowo Subianto, mengeluarkan berbagai macam program pro rakyat kecil untuk mengurangi angka kemiskinan,” sebut Hendri Marico.
“Diantaranya, program memastikan akses pangan sehat dan bantu penyediaan pangan bergizi bagi kelompok rentan, program dukungan ketahanan energi, transisi ke energi terbarukan, kurangi impor dan tingkatkan efesiensi, juga program turunkan kemiskinan. Tapi kini PDAM kita ini seolah ingin mencekik warga masyarakat OKU, khususnya pelanggan mereka, dengan menaikkan tarif hingga 100 persen lebih. Maka dari itu, kita warga masyarakat OKU harus kompak melawan kezaliman ini,” tandas Hendri Marico.
