Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Warga diminta memantau kondisi lingkungan masing-masing dan mengenali wilayah yang berpotensi menjadi sumber maupun lokasi rawan kebakaran.
Apabila ditemukan indikasi yang berpotensi menimbulkan kebakaran atau bencana, masyarakat diminta segera berkoordinasi dan melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat.
H. Arlan juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran, termasuk memastikan kendaraan dan peralatan selalu dalam kondisi siap digunakan.
“Jangan hanya mengharapkan petugas. Masyarakat juga harus aktif memantau kondisi lingkungan dan melakukan pencegahan,” tegasnya.
Ia turut mengimbau masyarakat untuk menyiapkan sumber air yang cukup, baik di rumah maupun lingkungan permukiman, sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.
Melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim tersebut, diharapkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi iklim semakin meningkat. Dengan pengetahuan yang baik dan kesiapsiagaan bersama, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai potensi dampak cuaca dan iklim ekstrem, termasuk risiko kebakaran.(kenzo)


