Akan tetapi, untuk pentas ubrug, kata Rudy, berbeda dari segi tampilan alat musik yang digunakan jika di Jateng dan Jatim menggunakan gamelan. “Kalau kita pakai terbang besar, makanya namanya ubrug yang sekarang sudah agak pudar di Kabupaten Serang. Kita akan naikkan menjadi suatu ikon di Kabupaten Serang supaya punya nilai budaya menjadi nilai jual ke luar,” katanya.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwisatya Prasadya, mengatakan digelarnya kegiatan Fun Run 5K, Senam SKJ, festival desa wisata, dan kejuaraan tarkam dari Kemenpora dirangkaikan dengan HUT ke-498 Kabupaten Serang sehingga terlihat meriah dalam pelaksanaannya. Tercatat, kata dia, sebanyak 500 peserta yang meramaikan Fun Run 5K.
“Yang daftar sekitar 500 peserta untuk Fun Run khusus warga Kabupaten Serang, kecuali dari OPD. Alhamdulillah, ini tujuannya sekaligus untuk mencari bibit atlet, terutama usia di bawah 40 tahun yang nanti kita ikut sertakan pada kejuaraan-kejuaraan nasional,” ujar Anas.
Anas menjelaskan, sedangkan untuk senam SKJ yang diikuti seluruh Puskesmas, kemudian festival desa wisata menampilkan kesenian dan budaya yang diikuti lebih dari 10 desa wisata, serta kejuaraan tarkam volley ball dan tenis meja antar kecamatan. “Digelarnya kegiatan ini harapannya agar olahraga lebih memasyarakat. Ke depannya, berbagai lomba yang diadakan dan tahun-tahun berikutnya lebih meriah lagi dan diramaikan oleh para warga pecinta olahraga,” ujarnya.
