Guna menekan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Arifatul menekankan pentingnya pendidikan keluarga dan pola asuh yang tepat. Di samping isu kekerasan, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayur-mayur seperti cabai, kangkung, bayam, dan terong demi memenuhi kebutuhan pangan harian secara mandiri. Pemerintah daerah pun diminta aktif mendorong inisiatif mandiri ini ketimbang sekadar bergantung pada bantuan sosial.
Respons Pemerintah Daerah dan Muslimat NU
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar—mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo—menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti program ketahanan pangan keluarga melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta siap mempererat sinergi bersama Muslimat NU.
Di sisi lain, Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Ismawati Hafiedz, menggarisbawahi berbagai program sosial yang telah berjalan, salah satunya pencegahan stunting melalui forum pengajian lewat gerakan sedekah telur. Ia juga mendorong kemandirian ekonomi umat melalui wakaf uang serta pemanfaatan lingkungan rumah untuk budidaya unggas dan tanaman pangan.
